Subscribe:

Sabtu, 31 Desember 2011

amankah menggunakan haedset waktu tidur?

Teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan hidup manusia. Hp,internet,ipad,dll. Beberapa piranti dari alat elektronik tersebut memberi fasiltas dalam menggunakan headset. 
Anak2 sekarang sedang keranjingan teknologi berbasis digital. dan headsetlah piranti yang paling deket n menempel di bagian tubuh manusi yaitu telinga. salah satunya untuk mendengarkan musik dari mp3 atau mp4. Bahkan saking getolnya, saat tidurpun si headset masih nempel di telinga. Amankah ini??
Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Ya, memang benar, dengan banyaknya alat elektronik yang menyala akan membuat kita cepat lelah dan mengantuk.  Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress) dan capek. Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman pedahal sudah tidur lama. Ironis sekali, seharusnya ketika bangun tidur badan akan terasa segar tetapi malah sebaliknya.



Kenapa hal ini bisa terjadi?
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut.
Jadi, mulailah kebiasaan berhemat. Ketika hendak tidur, matikan semua alat elektronik yang bisa melelahkan otak. Selain mendapat kesegaran dan tidur yang berkualitas. Kita pun bisa menghemat penggunaan listrik

5 komentar:

Kukuh Nova Putra mengatakan...

Wew, sangat bermanfaat.

merdeka mengatakan...

trims kawan...

ASAZ mengatakan...

betul juga sebelum tidur sebaiknya bedoa, berdzikir bukan dengar musik

Mariaty A N mengatakan...

wow....
amazin' (x
tQ

Anonim mengatakan...

Tidur adalah "jendela" meneropong "alam bawah sadar" (bedakan dengan kondisi "tidak" sadar) yang sanggup mengakses "alam" maya (bedakan dengan "dunia" maya), Seharusnya saat tidu kita dapat mimpi, dalam mimpi segalanya dapat terjadi tanpa terkendali oleh kerja otak yang sedang diistirahatkan. Saat ini spirit (user) sedang berkelana ke" Sub Alam Transien". Pancaindera merupakan "pintu" memasuki "alam sadar" yang penuh kenyataan dalam Sub Alam Fisika.
Menurut Teori Paralogika, kebiasaan seperti diatas akan menjadikan kemampuan paralogika terpecah sehingga dapat menimbulkan alter ego (kepribadian ganda) bahkan menjadikan kemampuan paralogika menjadi negatif, tidak sanggup membedakan antara mimpi dengan kenyataan.
Ingin lebih tahu: Akses Akungibnu di Wordsite.com

Posting Komentar

coretan......