Subscribe:

Rabu, 21 Desember 2011

fisika dan setan

bisakah kita melihat setan??
              Mungkin anda sangat yakin bila suatu saat manusia sanggup mendeteksi spirit. Menurut anda spirit adalah makluk hidup yang memiliki tubuh astral, yang tak memiliki massa, jadi termasuk hantu, setan dan makluk halus lainnya. Bagaimana caranya dan apa manfaatnya?
              Sebelum sanggup terbang manusia telah berobsessi dapat terbang dan sekarang telah menjadi kenyataan. Dahulu manusia  merasakan serta meyakini adanya "makluk" halus sehingga timbulah animisme dan dinamisme. Mereka sanggup memanfaatkan  panca indra nya karena belum "tertutup" oleh kemampuan lainnya, misalnya penggunaan hasil tehnologi. Saat inipun masih tersisa kemampuan penggunaan panca indra untuk mendeteksi makluk halus, terutama pada masyarakat primitip. Beberapa agama juga masih meyakini adanya makluk halus dan bagaimana cara untuk menghadapi makluk halus, sehingga manusia tak diperbudak oleh makluk halus.

               Berkembangnya faham materialisme yang ditunjang tehnologi pemanfaatan materi dan saint yang rasional dan monolistik  menjadikan "panca indra"dan kemampuan dasar/alami  manusia semakin tumpul, ini dapat dirasakan: penemuan kalkulator menjadikan kemampuan "mengingat dan memanfaatkan otak untuk melakukan hitungan yang sederhana menjadi terkikis, penggunaan Hp dan pengeras suara menjadikan feeling dan pendengaran orang tak peka, penggunaan hasil tehnologi dan pemanfaatkan energi fisika  menjadikan orang cenderung malas. Ini bukan berarti hasil tehnologi dan saint  tak ada manfaatnya, namun jelas sangat mempengaruhi kemampuan alami manusia.
                Kita tahu bahwa dunia ini semakin lama semakin sempit, penghuninya (manusia) semakin berjubal. Kebutuhan manusia jauh lebih banyak dari makluk lainnya sehingga manusia akan berfikir untuk "memperluas" wilayah dengan berbagai cara. Saat ini manusia telah berusaha menemukan planet lain yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk memperluas atau bahkan menggantikan  bumi.  Tehnologi yang berbasis materi memiliki keterbatasan karena menurut hukum fisika untuk memindahkan materi bermassa membutuhkan energi sangat besar. Kendaraan bermassa kecepatannya sangat rendah hingga untuk menempuh jarak yang sangat jauh dibutuhkan waktu sangat lama, padahal individu manusia dibatasi oleh usia.
                Mungkin bukan hanya saya yang "memikirkan" sarana transportasi untuk memindahkan "manusia" secara efisien, cepat dan "aman".  Dalam Fiksi Black Hole saya perkenalkan Cispin (CSPN) yang dapat mengarungi alam semesta dengan sangat efisein, tak membutuhkan energi fisik, dapat memuat penumpang banyak, dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya sehingga dengan mudah dapat memindahkan manusia kemana saja dan dapat mencapai wilayah alam semesta yang memiliki biosfera untuk dapat meneruskan dan mengembangkan peradapan manusia dibagian lain dari alam semesta.
                Gagasan itu saat ini terasa sangat naif dan tak mungkin diujudkan karena bertentangan dengan norma (hukum) yang berlaku saat ini yang berbasis materi, yaitu mekanika quantum.
Teori Relativitas mengilhami manusia untuk membuat mesin waktu (Time Machine) namun  masih berbasis materi sehingga tak sesuai dengan mekanika quantum.
                Teori Minimalis berbasis energi dan memperkenalkan adanya energi semu disamping energi nyata sehingga berdasar TM yang dualistis saya menggagas Teori Paralogika. Dalam teori ini saya nyatakan makluk hidup terdapat diseluruh penjuru alam semesta dalam berbagai "jenis" diantaranya adalah spirit yang bertubuh astral dan living organisme yang bertubuh organisme.
                 Karena tak memiliki massa spirit sanggup bergerak kemana saja dan dapat menysup kemana saja, termasuk dalam organisme. Setan, iblis dan sejenisnya sanggup menyusup dalam "tubuh" manusia sehingga sanggup memanfatkan energi fisika. Spirit bebas hanya membutuhkan energi transien, diantaranya adalah cahaya sehingga tak mampu memanfaatkan energi fisika tanpa menguasai organisme. Agar dapat memanfaatkan energi fisika maka spirit membutuhkan organisme atau bahkan materi. Spirit berbeda dengan nyawa atau roh yang tak memiliki energi hingga sepenuhnya patuh kepada kehendak Nya. Spirit adalah soul (nyawa) yang telah terbelenggu oleh energi (baik semu maupun nyata) sehingga sulit untuk membebaskan diri. Spirit memiliki kemampuan untuk melakukan proses reincarnasi.
                  Secara tak langsung kita dapat melihat makluk halus lewat "rumah" atau "kendaraannya"  yang dihuni atau dikendalikan nya, misalnya spirit yang memanfgaatkan tubuh manusia dapat dilihat dari  perangai dan kelakuan manusia yang dimanfaatkan. Spirit juga dapat terdeteksi saat kita mimpi dan keadaan bawah sadar. Ilusi dan berbagai fenomena yang tak terjelaskan oleh saint dan berjalan  secara alami dapat dipelajari lewat ilmu yang tak ilmiah karena tak rasionil. Saat ini kerja otak didominasi oleh masukan lewat fikiran dan pancaindra.
                 Dengan hasil tehnologi manusia sanggup "menciptakan" makluk halus tiruan, misalnya dengan tehnologi informatika. Saat ini manusia baru sanggup mengakses makluk halus lewat dunia maya yang langsung dapat dilihat oleh siapa saja tanpa membutuhkan "laku" khusus. Untuk dapat memanfaatkan ilmu semu dibutuhkan laku sehingga hanya dapat dilakukan oleh mereka yang mempelajarinya.
Mendeteksi makluk halus bagaikan pisau bermata dua, jika dimanfaatkan secara benar/baik, sangat bermanfaat karena dapat mewaspadai perilaku mereka bahkan dapat "mengendalikan mereka" untuk kebutuhan yang bermanfaat. Namun jika digunakan untuk kejahatan, maka sangat "mengerikan". 
SO,Bagaimana cara mendeteksi makluk halus/spirit?
                   Saint yang berbasis materi tak mungkin mendeteksi secara langsung spirit, namun masih mungkin mendetekai keberadaannya dalam living organisme. Dengan mudah kita "saksikan" perbedaan antara benda (clear body) denga organisme (yang terdiri dari clear body dan trans body) dan living organisme yang masih dimanfaatkan oleh spirit. Jika jujur Saint pasti dapat membedakan ketiga fenomena itu (benda,organisme dan living organisme).
                     Susahnya, hingga saat ini saint bersifat monolistik hingga hanya beranggapan alam semesta (termasuk bumi) hanya terbentuk/terisi oleh materi. Saint menisbikan adanya energi semu, apalagi adanya spirit. Living organisme masih dianggap kesatuan  dari sekedar materi karena Saint menisbikan keberadaan dan kebesaran Tuhan YME.

2 komentar:

akungibnu mengatakan...

Terima kasih atas ulasan anda pada tulisan saya sehingga lebih mudah dimengerti. Bagi yang ingin mengetahui Teori Minimalis dan turunannya silakan akses: akungibnu di www.wordsite.com. Tanggapan dan kritik anda sangat kami nantikan agar tulisan/gagasan saya lebih mudah dimengerta hingga lebih bermanfaat.

akungibnu mengatakan...

Koreksi: kata saint berasal dari scientific yang artinya ilmiah ( dapat diterima oleh akal/nalar ) sedangkan kata sains berasal dari science yang artinya ilmu pengetahuan yang materialistik. Jadi akan lebih tepat digunakan kata sains bukan saint dalam tulisan tersebut diatas.

Posting Komentar

coretan......