Subscribe:

Sabtu, 14 Januari 2012

teori big bang dan terompet isrofil versi ilmuwan

tulisan ini saya ambil dari sebuah blog yang saya lupa namanya. dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, ijinkan saya untuk sekedar mengulas blog ini yang berjudul "Terompet Malaikat Israfil ditemukan Ilmuwan". saya tidak tahu apakah tulisan di blog yang saya ambil itu bener2 sudah dikaji secara mendalam atau belum. saya akan memberikan sedikit perbandingan antara bentuk dari terompet isrofil dari ilmuwan itu dengan teori big bang.
1. terompet isrofil
Dengan sebuah peralatan canggih, ilmuwan membuat kesimpulan yang mencengangkan mengenai alam semesta. Benarkah mereka juga menemukan sangkakala Malaikat Israfil?

Temuan Ilmuwan
Temuan itu dicapai sekitar beberapa tahun lalu, dalam sebuah observasi yang dipimpin oleh Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman. Mereka hendak mencari tahu, seperti apa sebenarnya bentuk alam semesta ini.

Maka digunakanlah sebuah alat canggih milik Badan Antariksa AS (NASA), Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP). Hasilnya menunjukkan, alam semesta ini ternyata berbentuk seperti sebuah terompet raksasa.

Di ujung bagian belakang ‘terompet’ alam semesta ini dinyatakan tak bisa diamati (unobservable). Di bagian depan, ada bumi dan seluruh sistem tata surya yang bisa diamati. Hal ini dikatakan ada hubungannya dengan sebuah hadits panjang Islam di kitab Tanbihul Ghofilin.
Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk. Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja. Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”
2. teori big bang 

 Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena yang dinamai Big Bang (Ledakan Besar). Jadi, menurut Big Bang Theory yang diusulkan oleh Georges Lemaitre. Alam Semesta beserta seluruh isinya termasuk ruang dan waktu tercipta akibat ledakan yang sangat besar, sama seperti apa yang dikatakan dalam Al-Quran.




Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum Alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari, energi panas yang padat tersebut mengembang dan meledak. satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.

Cukup banyak bukti yang mendukung kebenaran teori ini. Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori Ledakan Dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh Lemaitre pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita. Terlihat semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.

Menurut pernyataan diatas, memang benar bahwa alam semesta terus berkembang. Semakin jauh jarak yang 1 dengan lainnya. Berarti semakin luas alam semesta ini, dari hanya sebuah kumpulan energi panas hingga menjadi sebuah benda-benda langit dan ada kehidupan didalamnya.

jika kita mau menelaah juga tentang hukum kekekalan energi bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. bahwa sebelum alam semesta raya ini terbentuk, ada campur tangan maha dahsyat yang memberikan energi pada satu titik sebelum mengalami ledakan. dan besar nilai energi ini pun kemugkinan sama dengan nilai untuk menghancurkan alam semesta raya ini alias kiamat.

sekarang kita coba melihat perbandingan antara model terompet isrofil dengan teori big bang. pada teori big bang, jelas stelah ledakan arah ledakan mengarah ke segala penjuru. dengan demikian secara logika ini akan membentuk sebuah bangun ruang yang berbentuk bola, bukan terompet.

jika kita menganggap atau mengasumsikan bahwa alam sesta ini memiliki batas ( dinding), maka suatu saat benda-benda langit yang notabene masih bergerak saling menjauhi ini akan menabrak dinding tersebut. kita bisa menganggap dalam ukuran makroskopik, benda-benda langit ini merupakan partikel. dan ingat bahwa penyusun utama dari benda-benda langit adalah gas.

dalam ilmu termodinamika, salah satu sifat dari partikel gas adalah mengalami tumbukan lenting sempurna. bisakan kita membayangkan bahwa suatu saat benda-benda langit akan bertabrakan antar benda langit itu setelah menabrak dinding pembatas alam??? hanya allah yang tahu. 

ini adalah kajian pribadi dari saya atas nama keterbatasan ilmu. bahwa kiamat adalah rahasianya. tidak ada seorang pun yang tahu, bahkan malaikat itu sendiri. tapi sebagai makhluk yang diberi kal dan budi, tidak ada salahnya kita berfikir tentang alam semsta ini, bagaimana penciptaannya dan hari akhirnya. dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang melampaui batas...

7 komentar:

ajengrda mengatakan...

Masih sama dan tidak pernah berubah... Ternyata masih ada kesempatan untuk menemukan kembali.. Jelaskan kepada saya mengenai percepatan dalam fisika bapak Guru

Dwi Mentari mengatakan...

wah wah salah om teori ini udah gak di pake 15 thn yang lalu om...hehehehhe

Dwi Mentari mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=gqeBVQLYNvc liat ini dulu om

merdeka mengatakan...

heheheh...setiap teori pasti punya sejarah.link youtubenya belum tak buka tp menurut kajian pribadi saya setiap orang berhak mengemukakan teorinya dan hak setiap orang juga untuk menyanggahnya.kajian tetntang penciptaan dan pemusnahan alam semesta secara sains memang sangat sukar untuk mendekati nilai absolut.termasuk jika sekarang para ahli mengemukakan teori yang menurut mereka benar....dalam fisika kuantum terdapat istilah"tidak ada yang pasti,yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri"..tapi makasih udah mau mapir di blog saya dan bertukar pikiran.heheh...salam sains

ahmad fauzan mengatakan...

Tapi saya setuju dengan blog ini, jika ada yang membantah, apa alasannya? Sudah ada hadits dan penelitian berikut teori fisikanya yang slalu kita gunakan.

akungibnu mengatakan...

Menurut Teori Minimalis Bigbank merupakan kelahiran Sub Alam Fisika dari Unsur Premordial yang terakumulasi dalam Titik Singular. Unsur Premordial terjadi dari energi fisika (0qq) + Bayangan Super Simetrinya (0-q-q) yang belum membutuhkan ruang nyata. Saat Tuhan YME menghilangkan BSS, maka terjadilah Energi Fisika (0qq) yang membutuhkan ruang nyata. Sesuai dengan Hukum Ekologi Alam Semesta, maka Titik Singular mengembang dengan sangat cepat sehingga meledak memutahkan energi fisika ke seluruh Alam Semesta. Ledakkan yang teramat dahsyat ini bermanfaan untuk "melempar" energi fisika (partikel) menyebar ke seluruh penjuru Alasm Semesta dan menyediakan energi fisika di Sub Alam Fisika.

akungibnu mengatakan...

Sebelum Bigbang Alam Semesta telah berevolusi dalam ujut alam super (supernatural),
Energi gaib E=-x dan Energi metafisika E=y dipersiapkan di Sub Alam masing-masing. Sesama x menyatu membentuk x lebih besar dan bergabung membentuk rantai x, demikian halnya sesama y.
Pada saat memasuki Sub Alam Transien sifat/kesadarannya berubah, sesama x saling tolak, demikian halnya sesama y, sehingga rantai tertutup x dan y pecah dan menjadi gelombang kutub magnet Weber yang menghasilkan photon stabil (quantum) dan photon a stabil.
Ingin lebih jelas: akses akungibnu di wordsite.com

Posting Komentar

coretan......